Sabtu, 07 September 2019

PENYIAPAN MEDIUM, STERILISASI ALAT DAN BAHAN SERTA ISOLASI BAKTERI DARI LINGKUNGAN AKUAKULTUR

Laporan Praktikum ke- 2                                 Hari/Tanggal : Kamis, 12 Oktober 2017
m.k. Mikrobiologi Akuakultur                         Asisten          : Sri Hariati


                                                                                                           






PENYIAPAN MEDIUM, STERILISASI ALAT DAN BAHAN SERTA ISOLASI BAKTERI DARI LINGKUNGAN AKUAKULTUR










Oleh:
Dian Novita Sari
C151170128
















ILMU AKUAKULTUR
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2017


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan kultur mikroorganisme di laboratorium membutuhkan suplai nutrien yang sesuai dengan kebutuhan mikroorganisme tersebut. Kebutuhan nutrien masing-masing mikroorganisme sangat beragam dan pengetahuan tentang prinsip nutrisi mikroorganisme sangat penting dalam menentukan keberhasilan kultur mikroorganisme. Oleh sebab itu dibuatlah beraneka macam media, baik itu media universal maupun media selektif. Media kultur merupakan larutan nutrien yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme. Seleksi dan preparasi media untuk kultur mikroorganisme di laboratorium perlu dilakukan sebaik mungkin dan harus berhasil agar mikroorganisme dapat dipelajari secara lebih detail (Madigan et al. 2015).
Sterilisasi adalah proses penghancuran seluruh bentuk organisme yang dapat hidup, termasuk endospora. Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan api, panas lembab, panas kering, penyaringan, dan penggunaan bahan kimia beracun. Proses sterilisasi merusak kompenen esensial sel (protein, asam nukleat, atau membrane sitoplasma) sehingga sel menjadi kehilangan fungsinya (Perry et al. 2002).
Mikroba pada suatu lingkungan ditemukan dalam populasi campuran dan sangat jarang ditemukan sebagai satu spesies tunggal. Penelitian mengenai mikroorganisme biasanya memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran pada permulaannya, atau biakan campuran kemudian dipisah menjadi spesies-spesies yang berbeda-beda sebagai biakan murni. Biakan murni terdiri dari suatu populasi sel yang berasal dari satu sel induk (Prescott 2003).
Keberhasilan kerja dalam laboratorium mikrobiologi tergantung pada kemampuan untuk sterilisasi media, menginokulasi dengan loop, pemeliharaan peralatan kaca, dan segala hal yang berkaitan dengan kultur mikroorganisme (Perry et al. 2002). Isolasi bakteri diperlukan untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat di lingkungan akuakultur sehingga dapat diidentifikasi dan dikarakterisasi. Dengan mengetahui jenis bakteri yang ada di lingkungan akuakultur maka dapat dilakukan tindakan untuk mengendalikan bakteri patogen dan memperbanyak bakteri yang menguntungkan.  Oleh sebab itu, diperlukan suatu kegiatan penyiapan media, sterilisasi alat dan bahan serta isolasi bakteri dari lingkungan akuakultur.

1.2   Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah agar mahasiswa dapat menyiapkan media, sterilisasi bahan dan alat serta mengisolasi bakteri dari lingkungan akuakultur.

II. METODE
2.1  Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 05 Oktober 2017 bertempat di Laboratorium Kesehatan Ikan, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Praktikum ini dilaksanakan pada pukul 13.00 - 15.00 WIB.



2.2  Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan adalah autoklaf, erlenmeyer, timbangan digital, spatula, aluminium foil, gelas ukur, pipet volumetrik, bulb, hot plate, cawan petri, dan tabung ulir. Bahan yang digunakan adalah media TSA (Trypticase Soy Agar), bacto agar, bacto pepton, gliserol, air laut, yeast extract, TCBS (Thiosulphate Citrate Bile Salt Sucrose) agar, dan EMBA (Eosin Methylene Blue Agar), akuades, air sampel dari beberapa jenis air mineral dan beberapa sumber air di sekitar kampus (air kolam bawah, air comberan Bara, air comberan Bateng, air laut, air kosan Bara dan air kamar mandi FPIK).


2.3  Prosedur Kerja
2.3.1   Penyiapan Media TSA (Trypticase Soy Agar)
Semua alat dan bahan disiapkan. Kemudian media TSA ditimbang sebanyak 2 gr dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Kemudian ditambahkan akuades sebanyak 50 mL lalu dipanaskan di atas hot plate selama 30-45 menit. Selama pemanasan, media dihomogenkan secara berkala. Setelah homogen (media berwarna kuning kecokelatan), media disterilisasi dengan autoklaf. Setelah steril, media dituang ke dalam cawan petri dan tabung ulir.

2.3.2   Penyiapan Media SWC (Seawater Complete)
Semua alat dan bahan disiapkan. Kemudian bahan ditimbang (bacto agar 0.85 gr, bacto pepton 0.25 gr, dan yeast extract 0.05 gr. Lalu ditambahkan gliserol sebanyak 0.15 mL, air laut 37.5 mL, dan akuades 12.5 mL. Semua bahan dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan dipanaskan di atas hot plate selama 30-45 menit. Selama pemanasan, media dihomogenkan secara berkala. Setelah homogen (media berwarna kuning), media disterilisasi dengan autoklaf. Setelah steril, media dituang ke dalam cawan petri dan tabung ulir.



2.3.3   Penyiapan Media EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
Semua alat dan bahan disiapkan. Kemudian media EMBA ditimbang sebanyak 1.875 gr dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Kemudian ditambahkan akuades sebanyak 50 mL lalu dipanaskan di atas hot plate selama 30-45 menit. Selama pemanasan, media dihomogenkan secara berkala. Setelah homogen (media berwarna kuning kecokelatan), media disterilisasi dengan autoklaf. Setelah steril, media dituang ke dalam cawan petri dan tabung ulir.



2.3.4   Penyiapan Media TCBS (Thiosulphate Citrate Bile Salt)
Semua alat dan bahan disiapkan. Kemudian media TCBS  ditimbang sebanyak 4.45 gr dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Kemudian ditambahkan akuades steril sebanyak 50 mL lalu dipanaskan di atas hot plate selama 30-45 menit. Selama pemanasan, media dihomogenkan secara berkala. Setelah homogen, media dituang ke dalam cawan petri dan tabung ulir.


2.3.5   Sterilisasi Alat dan Bahan
Semua alat dan bahan yang akan disterilisasi dimasukkan ke panci autoklaf. Sebelum ditutup, volume air di dalam autoklaf dicek terlebih dahulu dan dipastikan termostatnya terendam air. Kemudian panci autoklaf dimasukkan ke dalam autoklaf dan autoklaf ditutup rapat dengan cara pengunci autoklaf diputar searah jarum jam. Selanjutnya tombol pre heating ditekan dan didiamkan hingga uap udara keluar dari corong. Setelah uap udara keluar, corong ditutup dan tombol pre heating dimatikan lalu tombol timer dinyalakan dan waktu autoklaf diatur selama 15 menit. Setelah selesai autoklaf, alarm akan berbunyi dan tombol timer dimatikan. Autoklaf didiamkan hingga suhu dan tekanan di dalam autoklaf turun hingga 0. Setelah suhu dan tekanan menunjukkan angka 0, autoklaf dibuka lalu alat dan bahan dikeluarkan. Alat yang telah disterilisasi dimasukkan ke dalam oven dan bahan langsung digunakan atau didinginkan terlebih dahulu jika ingin disimpan di kulkas.

2.3.6   Isolasi Bakteri
Semua alat dan bahan disiapkan. Kemudian meja dan tangan operator didesinfeksi menggunakan alkohol 70%. Lalu bunsen dinyalakan dan ose dipijarkan hingga memBara. Selanjutnya ose didiamkan sebentar hingga dingin lalu sampel diambil sebanyak 1 ose dan digores ke media yang berada di dalam cawan. Kemudian dilakukan gores kuadran yang dimulai dari kuadran 0 hingga kuadran 3. Setiap perpindahan kuadran, ose dipijarkan hingga memBara lalu didinginkan dan gores kuadran dilanjutkan ke kuadran berikutnya. Setelah selesai digores, media di wrap dan diberi label. Kemudian diinkubasi selama 24 jam di dalam inkubator pada suhu 28-34 oC. Setelah 24 jam dilakukan pengamatan hasil isolasi dan didokumentasikan.

Gambar 1. Skema kuadran dalam penggoresan isolat bakteri.




III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1  Hasil
Hasil pembuatan media dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Media yang telah berhasil dibuat.

Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa semua media yang telah disiapkan tidak mengalami kontaminasi. Media yang telah disiapkan yaitu media TSA dan EMBA untuk bakteri air tawar dan media TCBS dan SWC untuk bakteri air laut.
Hasil pengamatan isolat bakteri yang diisolasi dari lingkungan akuakultur dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Hasil pengamatan isolat bakteri yang diisolasi dari lingkungan akuakultur.
Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa dari delapan sumber air, isolasi bakteri hanya berhasil dari empat sumber air, yaitu dari air yang bersumber dari air kamar mandi FPIK, air kolam bawah, air comberan Bara dan air comberan Bateng. Jumlah isolat bakteri yang diperoleh dari air yang bersumber dari comberan Bara sebanyak 2 isolat, sedangkan dari sumber air lainnya hanya diperoleh 1 isolat. Isolat yang diperoleh memiliki warna koloni kuning dan krem, bentuk koloni bulat, tepian koloni entire, dan elevasi reviset dan flat. Jumlah koloni yang ditumbuh dari masing-masing sumber air berbeda-beda, yaitu 6 koloni dari air kolam bawah, 31 koloni dari air comberan Bara, 37 koloni dari air comberan Bateng (3 koloni kuning berwarna dan 34 koloni berwarna krem), dan 6 koloni dari air kamar mandi FPIK.

3.2 Pembahasan
Media terdiri dari media tetap dan media kompleks. Media tetap (media sintetik) adalah media yang komposisinya diketahui secara pasti sedangkan media kompleks adalah media yang komposisinya tidak diketahui secara pasti karena dibuat oleh bakteri pencernaan, seperti kasein, sel ragi, ekstrak daging, dan lain-lain. Media universal dibuat untuk menumbuhkan beberapa jenis bakteri, seperti TSA untuk bakteri air tawar (Haryani et al. 2012) dan SWC untuk bakteri air laut (Tepu 2006). Beberapa media kultur juga dibuat selektif atau diferensial agar bisa melakukan diagnosa mikrobiologi, diagnosa klinis, dan sistematik mikroorganisme. Sebagai contohnya, untuk bakteri Escherichia coli, media spesifik yang digunakan adalah EMBA dan Vibrio menggunakan media TCBS. Pada media EMBA ditambahkan komponen yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain selain E. coli dan Enterobacter. Salah satu indikator dalam media selektif adalah penambahan zat pewarna yang akan bereaksi dengan zat metabolit bakteri (Madigan et al. 2015).
Media kultur harus dibuat steril agar tidak ada mikroorganisme yang tumbuh bebas di dalam media tersebut sehingga mikroorganisme yang diisolasi dan dikultur dapat diinkubasi dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang diisolasi tersebut. Media disterilisasi dengan pemanasan di dalam autoklaf. Media kultur yang steril akan memungkin laboran untuk melakukan kultur murni sehingga hasil identifikasi mikroorganisme tersebut lebih akurat. Untuk membuat media yang tidak kontam maka dibutuhkan cara kerja yang aseptik.  Teknik aseptik merupakan suatu teknik untuk mencegah adanya kontaminan selama proses kultur dan pembuatan media (Madigan et al. 2015). Agar media tidak kontam saat pembuatan media, maka alat yang digunakan harus disterilisasi terlebih dahulu.  Larutan media yang telah dibuat juga disterilisasi sebelum dituang ke cawan atau tabung ulir secara aseptik. Teknik aseptik dan kesterilan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan media sangat menentukan keberhasilan dalam membuat media. Berdasarkan hasil pembuatan media (Tabel 1), media yang dibuat tidak mengalami kontaminasi sehingga proses pembuatan media yang dilakukan berhasil.
Kultur dan identifikasi mikroorganisme, seperti bakteri, perlu dilakukan agar dapat dikultur murni sehingga mikroorganisme tersebut dapat dipelajari secara lebih detail. Isolasi bakteri dapat dilakukan dengan cara cawan gores, pengenceran di media agar, dan pengenceran di media cair. Teknik cawan gores merupakan teknik yang dilakukan untuk mengisolasi bakteri murni atau koloni bakteri dari populasi beragam bakteri dengan teknik pemisahan sederhana (Sanders 2012). Bakteri yang membentuk koloni di media agar lebih mudah diisolasi dengan teknik cawan gores karena lebih cepat, mudah, dan kultur murni lebih mudah didapatkan. Media padat memungkinkan sel-sel bakteri berkembang dan tumbuh sehingga membentuk koloni (Madigan et al. 2015).
Berdasarkan hasil isolasi bakteri (Tabel 2) diketahui bahwa koloni yang tumbuh kebanyakan memiliki warna koloni krem, bentuk koloni bulat, tepian koloni entire, serta elevasi reviset dan flat. Hal ini sesuai dengan pendapat Fitri dan Yasmin (2011), yang menyatakan bahwa karakteristik koloni dari bakteri air tawar adalah berbentuk bulat, tepian entire, dan berwarna putih susu (krem). Dari hasil isolasi juga ditemukan koloni yang berwarna kuning. Perbedaan warna koloni tersebut disebabkan oleh pigmen warna yang dihasilkan oleh bakteri tersebut (Madigan et al. 2015). Lebih lanjut, Madigan et al. (2015) menyatakan bahwa karakteristik koloni mikroba memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada organisme, kondisi kultur, suplai nutrien, dan parameter fisiologis lainnya.
Jumlah koloni yang ditumbuh dari masing-masing sumber air berbeda-beda, bahkan pada beberapa sumber air tidak ada yang tumbuh. Jumlah koloni yang berbeda kemungkinan disebabkan oleh kepadatan bakteri yang berbeda dari setiap sumber air. Selain itu, beberapa jenis bakteri tidak dapat tumbuh dengan baik pada media tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Perry et al. (2002) yang menyatakan bahwa beberapa bakteri tidak dapat tumbuh dengan baik di permukaan media agar karena komposisi nutrien, kimia, dan fisiologis media serta kondisi saat inkubasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan bakteri. Bakteri yang tidak tumbuh kemungkinan disebabkan oleh teknik pengambilan sampel dengan ose yang masih panas. Penggunaan ose yang masih panas saat pengambilan sampel menyebabkan bakteri dalam sampel tersebut mengalami kematian. Hal ini sesuai dengan pendapat Sanders (2012) yang menyatakan hasil isolasi mengalami kegagalan akibat peralatan yang digunakan kurang steril atau penggunaan ose yang terlalu panas sehingga membunuh bakteri. 



IV. KESIMPULAN DAN SARAN


4.1  Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum, mahasiswa telah mampu menyiapkan media, sterilisasi bahan dan alat serta mengisolasi bakteri dari lingkungan akuakultur.

4.2  Saran
Pada praktikum berikutnya, diharapkan agar media yang digunakan lebih beragam lagi.



V. DAFTAR PUSTAKA

(OOpsss… Maaf daftar pustaka tidak dipublish untuk menghindari plagiat)
Jika butuh daftar pustaka, silahkan komen atau via email dianslibrary@gmail.com

(Semoga bermanfaat…)




Selasa, 27 Agustus 2019

Tugas Resume Ke-9 MK. Sosiologi Umum IPB 2014


Tugas Resume Ke-9                             Hari, Tanggal  : Senin, 21 April 2014

MK. Sosiologi Umum                          Ruang             : RK. CCR 2.05



STRATIFIKASI SOSIAL

Dibuat:

Dian Novita Sari         C14134005



Asisten:

Putri Amalia                H34100066



SITUASI SOSIAL DUA KOMUNITAS DESA DI SULAWESI SELATAN

Oleh: Mochtar Buchori dan Wiladi Budiharga



          Desa Maricaya Selatan terdiri dari lima golongan masyarakat yang menempati tiga lapisan pokok (berdasarkan status sosial dan ekomi), dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Stratifikasi komunitas Maricaya Selatan

Jumlah (%)
Status Sosial
Status ekonomi
10
Pejabat dan kelompok profesional
Atas (Mampu)
60
Alim ulama, pegawai, pedagang
Menengah (Sedang)
30
Buruh
Bawah (Miskin)



          Lapisan sosial tersebut bersifat heterogen dan cukup berlapis mulai memperlihatkan adanya usaha-usaha untuk menciptakan iklim sosial yang lebih cair (fluid). Usaha awal yang terlihat berupa menembus dinding-dinding antar golongan. Penduduk dari golongan mayoritas terlihat cukup terbuka untuk membentuk pola pergaulan sosial yang akrab dengan golongan minoritas, sedangkan kelompok menegah cenderung berusaha untuk mengembangkan pergaulan sosial antar golongan. Bentuk usaha tersebut bersifat formal  (PKK) dan informal (arisan) yang didasarkan pada lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, dan sekolah.
          Lapisan atas mendominasi di dua jalan besar di desa tersebut, lapisan menengah di sepanjang jalan kecil, dan lapisan bawah di kampung dekat kuburan. Lapisan atas terdiri dari orang-orang yang berpendidikan tinggi dan merupakan kelompok yang homogen. Lapisan menengah terdiri dari orang-orang yang latar pendidikannya beragam. Pada lapisan bawah, jumlah pelajar yang tidak melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan SD ke jenjang SMP sangat banyak karena keterbatasan ekonomi.
          Media cetak yang beredar dalam masyarakat tersebut adalah koran dan majalah yang umumnya hanya digemari dan dibeli oleh lapisan atas. Minat baca di lapisan menegah terlihat cukup besar karena meraka sering meminjam kepada yang membeli koran dan majalah. Lapisan menengah adalah lapisan yang memiliki TV paling banyak dibandingkan lapisan atas, sedangkan lapisan bawah tidak memiliki TV sama sekali. Bagi mereka yang tidak mampu membeli TV bisa menonton bersama dengan mereka yang memiliki TV sehingga dapat disimpulkan bahwa mereka belum menutup diri dan masih ada keakraban sosial yang bersifat tradisional. Mayoritas masyarakat Maricaya Selatan menganut agama Islam (75.6%), Protestan (20%), Katolik (3.8%), dan sisanya agama Hindu dan Budha.
Desa Polewali (Semi Urban)
          Masyarakat Polewali terdari dari tiga lapisan yaitu lapisan atas (ulama, pemangku adat, dan pejabat), lapisan menengah (pedagan), dan lapisan bawah (buruh) serta secara ekonomi terdiri dari lapisan kaya (35% dari KK), sedang (55% dari KK), dan miskin (10% dari KK). Kedudukan pemangku adat dipegang oleh seorang Bugis, alim ulama dipegang oleh orang Bugis dan Mandar, pejabat dan pegawai dipegang oleh orang Mandar dan Toraja, pedagang dipegang oleh orang Bugis, Jawa, dan Cina, dan kelompok buruh terdiri dari orang Jawa, Makasar, dan Toraja. Pada golongan atas, terdapat gaya hidup yang berbeda. Golongan alim ulama terlihat hidup sederhana, sedangkan golongan pejabat terlihat hidup mewah.
          Dalam masyarakat Polewali, pendidikan adalah suatu hal yang dijunjung tinggi. Hal tersebut terjadi karena pendidikan merupakan sarana untuk mendapatkan status sosial. Kebanyakan masyarakat Polewali memeluk agama Islam yang ajarannya dipraktekkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Polewali pada dasarnya merupakan masyarakat yang lugas mengisi kehidupan dengan berbagai usaha untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan. Mereka lebih bersifat inward looking, kecuali pada golongan pejabat setempat yang cenderung mengumpulkan simbol kemewahan (modernitas).

Daftar Pustaka
Tim Pengajar. 2007/2008. Modul Praktikum Sosiologi Umum Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.


Sabtu, 24 Agustus 2019

Prosedur Pengukuran Kadar Glukosa Darah Ikan

Assalamu'alaikum Wr. Wb….


Haaii good reader...
Kali ini Saya akan berbagi cara atau prosedur pengukuran kadar glukosa darah. Btw.. just for information, sampel yang Saya gunakan adalah sampel darah dari ikan

Namun… Sebelum membahas prosedurnya, tentunya kita harus tahu dulu tujuan pengukuran kadar glukosa darah. Pada manusial, glukosa darah sering dipantau untuk mencegah dan mengontrol kadar gula dalam darah, biar gag kena diabetes. Sedangkan pada hewan, glukosa darah diamati untuk melihat respon perlakuan pakan, respon stres dan status kesehatan. Kadar glukosa darah meningkat pascapemberian pakan (hingga jam tertentu), terjadi stres atau penyakit (baik akibat penyakit infeksius maupun noninfeksius). Soooo... intinya glukosa darah diamati untuk melihat status kesehatan.

Prosedur Pengukuran kadar glukosa darah yang biasa digunakan adalah metode spektrofotometri dari Bapak Wedemeyer dan Bapak Yasutake (1977). Prosedur ini cukup mudah, namun kalau menurut Saya sedikit kurang nyaman dikerjakan karena menggunakan asam asetat glasial (jadi good reader harus hati-hati).

Bahan yang dibutuhkan:
1. Sampel darah
2. D-glukosa
3. Asam asetat glasial
4. Akuades
5. Ortho-toluidine

Alat yang digunakan:
1. Pipet
2. Bulb
3. Tabung reaksi
4. Waterbath
5. Spektrofotometri
6. Centrifuge
7. Gelas piala
8. Rak tabung reaksi
9. Mikropipet
10. Mikrotip

Preparasi sampel:
1. Ikan dipingsankan terlebih dahulu (Good reader harus memperhatikan kode etik ANIMAL WELFARE). Kemudian darah diambil, biasanya dari pembuluh vena di pangkal ekor, menggunakan syringe (spuit) yang sudah dibilas dengan antikoagulan (biar darahnya gag beku). 
2. Sampel darah dimasukkan ke tabung mikro yang sudah dibilas dengan antikoagulan.
3. Sampel darah dicentrifuge dengan Kecepatan 3000 rpm atau 1000 g selama 10 menit.
4. Plasma darah (supernatant/ cairan) diambil dan dipindahkan ke tabung mikro yang baru.





5. Plasma darah siap digunakan. Jika analisis tidak bisa langsung dikerjakan, plasma darah disimpan pada suhu -20 °C hingga analisis dilakukan.

Pembuatan larutan standar:
Larutan standar yang digunakan adalah larutan glukosa yang kadarnya sudah diketahui. Larutan standar yang biasa digunakan adalah 50, 100, 200, dan 400 mg. 100 mL-1. Larutan standar dibuat dengan cara:
1. D-glukosa ditimbang sesuai kebutuhan. Contohnya 50 mg.100 mL-1, maka D-glukosa ditimbang sebanyak 50 mg dan dilarutkan dalam akuades 100 mL.
2. Larutan dihomogenkan. Sisa larutan bisa disimpan di kulkas (suhu 4 °C).

Pembuatan reagen Ortho-toluidine:
1. Asam asetat glasial sebanyak 94 % ditambahkan Ortho-toluidine 6 %. Contohnya:
Total volume yang akan dibuat 100 mL, maka Asam asetat glasial yang dibutuhkan:
94 % x 100 mL = 94 mL dan Ortho-toluidine yang dibutuhkan 6 % x 100 mL = 6 mL
2. Larutan tersebut kemudian dihomogenkan.

Pengukuran kadar glukosa:
1. Tabung reaksi diisi dengan 3.5 mL reagen Ortho-toluidine.
2. Ditambahkan plasma darah 50 μL. Untuk larutan blanko dan standar digunakan akuades  50 Î¼L (larutan blanko) dan larutan standar glukosa  50 Î¼L (larutan standar). Larutan blanko digunakan untuk me-nol-kan alat (kalibrasi).
3. Tabung reaksi ditutup.
4. Sampel diinkubasi di waterbath suhu 100-110 °C selama 10 menit.
5. Sampel didinginkan hingga suhu ruang.
6. Absorbansi sampel diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang (λ) = 635 nm.

Perhitungan kadar glukosa:

Glukosa darah (mg.100 mL-1

= ((Abs sampel - Abs blanko)/(Abs standar-Abs blanko)) x 100 mg.dL-1
                    = ((0,416-0,233)/(0,547-0,314)) x 100 mg.dL-1
                    = 58,28 mg.dL-1 = 58,28 mg.100 mL-1

Ket:
Abs: Absorban 
Jumlah glukosa dalam larutan standar = 100 mg.dL-1



Cukup mudah kan good reader. Gitu doang kok… heheh. 
Untuk tutorial lainnya bisa cek channel YouTube KUPU-KUPU FIGTER.
Cukup sekian. 
Selamat mencoba..


Wassalamu'alaikum Wr.Wb...

Minggu, 30 Desember 2018

'Adifa dan Yumnaa' (Cerpen #1)

         Di suatu kota di negeri impian, hiduplah seorang gadis introvert yang berjuang melawan kesepiannya. Dia tinggal sendiri di dormnya dan menjalani hidup seakan dia baik-baik saja, Adifa namanya. Dia mencoba menjalani hidup semandiri mungkin. Adifa sangat sulit bersosialisasi, ya bisa dibilang dia anti-sosial. Sejak beberapa tahun terakhir, Adifa ingin berubah karena mulai jenuh dengan keakrabannya terhadap sepi. Akhirnya dia mencoba membuka hidupnya. Menjalin pertemanan dengan orang di sekelilingnya. Adifa memulai kehidupan barunya di lingkungan baru. Di tempat kerjanya yang baru. Akhirnya Adifa dekat dengan seorang gadis, Yumnaa namanya. Yumnaa setahun lebih tua dari Adifa. Mereka adalah rekan kerja dan menjadi sangat dekat karena mereka sama-sama tinggal di asrama perusahaan tempat mereka bekerja. Banyak kenangan yang mereka lalui bersama. Adifa merasa dia telah menemukan sosok kakak yang selama ini dia impikan. Maklumlah, karena dia introvert akhirnya dia tidak akrab dengan kakaknya sendiri.


         Pada suatu ketika, mereka memutuskan untuk resign dari tempat kerja itu dan mencoba mencari arti kehidupan. Yumnaa kerja di BUMD dan Adifa memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya. Awal-awal berpisah, silaturrahmi mereka masih lancar dan kedekatan itu masih Adifa rasakan. Tapi lama kelamaan hubungan mereka semakin canggung dan terasa semakin menjauh. Adifa sadar, mereka sama-sama sibuk dan mungkin waktu Adifa sebagai mahasiswi masih lebih luang dibandingkan Yumnaa yang bekerja sebagai karyawan. Keegoisan Adifa mulai muncul, menuntut dan berharap banyak pada Yumnaa. Adifa berharap Yumnaa bisa selalu ada saat dia membutuhkannya, tanpa harus meminta kepada Yumnaa. Adifa terlalu berharap bisa mendapatkan kakak yang perhatian dan dekat seperti Yumnaa. 

         Dan suatu ketika, waktu itu lagi weekend (Sabtu) dan Adifa lagi sibuk di kampusnya. Adifa masih meluangkan waktu untuk merespon chat Yumnaa. Sama seperti biasanya, chat Yumnaa secepat mungkin akan dia respon, bahkan dia sering mengalihkan perhatiannya di sela kuliah demi merespon chat Yumnaa. Awalnya chating mereka hari itu seperti biasanya. Tapi kemudian Adifa tidak mendapatkan balasan dari Yumnaa, Adifa menunggu hampir 24 jam. Ratusan kali dia mengecek HPnya, barangkali ada chat dari saudaranya, Yumnaa. Namun hasilnya nihil. Keesokan harinya, Yumna ngechat, ngasih kabar gitu. Dan dengan rasa bahagia campur kesal Adifa langsung membalas chat Yumna sembari bercanda. Tapi ternyata itu menyinggung perasaan Yumnaa. Jadinya... Adifa didiemin. Adifa mencoba ngechat Yumnaa, tapi tidak dibalas, ditelfon tidak diangkat. Akhirnya Adifa ngechat buat minta penjelasan dan kalau memang Yumna butuh waktu, Adifa akan memberikannya. Saat itu Adifa berfikir Yumnaa sedang ada masalah dengan keluarganya atau dengan teman lainnya, sehingga minta waktu buat sendiri. Sama halnya ketika Yumnaa dapat undangan dari mantan. Tidak sedikit pun terbersit dipikiran Adifa bahwa sakit hati Yumnaa diakibatkan oleh dirinya. Adifa pun memberikan waktu sebanyak mungkin buat Yumnaa untuk me time dan dia masih belum mengetahui penyebab Yumnaa bertingkah demikian. Keesokan harinya Adifa mendapatkan chat dari Yumnaa.
"Terima kasih udah ngasih waktu gua buat sendiri. Terima kasih buat segala pengertiannya... Gua bukan orang baik Fa, gua cuma bisa berusaha lebih baik. Segala yang gua alami sekarang, itu konsekuensi yang mesti gua terima. Gua belajar nerima, selain nerima gua bisa apa? nerima juga salah satu bentuk rasa syukur kan??

Sedikit pun gak pernah terbesit dipikiran gua buat berubah ke orang terdekat gua, termasuk lo. Gua berusaha tetap jadi Yumnaa yang biasa. Jangan menjadikan gua kayak orang asing. Fa, gua gak minta apa-apa, masalah gua biar jadi masalah gua. Cukup lu jadi Adifa yang menyenangkan, jadi adek yang manis. Hati gua boleh hancur, pikiran gua boleh kacau, tapi setidaknya, gua tau ada yang tetep ada disamping gua tanpa alasan, ada orang orang yang bikin gua nyaman".


         Mendapat chat itu, Adifa merasa sedih dan tidak tau harus berbuat apa. Adifa berfikir Yumnaa sedang menghadapi masalah, namun Adifa tidak berani menanyakan hal tersebut karena isi chat Yumnaa "gua gak minta apa-apa, masalah gua biar jadi masalah gua". Adifa menyimpulkan bahwa Yumnaa sudah tidak mengizinkan Adifa untuk memasuki kehidupan pribadi Yumnaa. Berulang kali Adifa membaca chat itu, dan berulang kali pula air mata Adifa berlinang. Adifa mencoba kuat dan bertahan. Adifa merasa telah kehilangan sebagian semangat hidupnya. Setiap kali dia mengingatnya hal tersebut, air matanya pun langsung berlinang dan seakan ada beban yang menekan dadanya. Namun hal itu Adifa biarkan berlalu dan mencoba untuk tetap seperti Adifa yang dulu, yang menyenangkan buat Yumnaa. 
         Barulah beberapa minggu kemudian, Adifa memberanikan diri untuk menanyakan penyebab Adifa didiemin saat itu dan Yumnaa jujur kalau hal itu terjadi karena Adifa. Perasaan Adifa berkecamuk, terasa telah melakukan hal yang sangat bersalah. Air mata Adifa pun semakin sulit untuk dibendung. Dia meminta maaf atas sikapnya yang belum dewasa. Mereka pun bermaaf-maafan dan berusaha menjadi teman yang seperti dulu.

         Namun, entah mengapa, Adifa sangat sulit melupakan kejadian itu. Didiamkan begitu saja terasa sangat menyakitkan baginya. Mungkin Adifa yang terlalu perasa dan masih kekanak-kanakan. Baginya, kejadian itu sama halnya ketika ada anak kecil yang melakukan kesalahan untuk menarik perhatian orang tuanya namun malah dimarahi dan diteriaki. Mentalnya menjadi ciut dan takut melangkah lebih jauh. Hidup dia jalani dengan penuh kehati-hatian. Takut hal demikian terulang kembali. Cukup sekali dia diperlakukan demikian dan hal itu sudah jauh lebih dari cukup untuk membuat jurang pemisah di antara Yumnaa dan Adifa. Meskipun demikian, Adifa tetap berusaha baik kepada Yumnaa dan berusaha menunjukkan kalau Adifa baik-baik saja. Seringkali Adifa memberikan sedikit tanda kepada Yumnaa kalau hatinya masih sakit akibat kejadian itu, namun Adifa melihat hal itu percuma saja, Yumnaa tidak menunjukkan perhatian pada rasa sakitnya. Adifa pun memutuskan untuk lebih baik dan mencoba mengubur sakit itu di sudut relung hatinya. Menjadikan hal itu sebagai suatu pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Yaaa, menjadi Adifa yang lebih baik.
         Selepas kejadian itu, Adifa pun menjalani hidup seakan-akan semuanya baik-baik saja. Semua keluh kesahnya, Dia sampaikan hanya kepada alam dan Pencipta-Nya. Hal itu membuat Adifa sadar, bahwa manusia itu akan pergi dan hanya Tuhan yang akan selalu ada untuknya.







Jumat, 21 Desember 2018

Sky hunter [Photo collection]

Friday, Des 21st 2018



Hallo guys..
Thanks for read my post.. and at this time, I would like to write a post in English. If any mistakes, please inform me (Still learn to write in English)..


Well, today I would like to post several photos about sky. I'm very like photography but i'm still newbie, so just understand.. heheheheh... All this photos I took around my campus (IPB) and my dorm. Why am I very interested to took these photos???
Because the weather mostly rainy and cloudy. It's a bit hard to see the "golden time".

Sunrise view at my dorm

Sunset on my Department at IPB

another view of sunset on my department

just a moment after the sun fully set.

And this, the sky on midday. I rarely feel this weather for several last months.

on midday too. 

it's just a moment before rain.

Sunset again.. I took this pict on the 3th floor.

I took this around 6.30 pm

just a moment before set.

Just a moment before the darkness takeaway the earth.


I took this pict today (21/12/18)

and this pict too, but it's from another spot.



Okay, that's all I have for the last week. I hope my photos can entertain you.
If you have questions or advise for me, feel free to inform me. I appreciate it. Thank you..
For more uptades, follow me on Instagram (dianslibrary).

See you on my next post.


Minggu, 18 November 2018

Destinasi wisata di Cilegon - Alun-alun kota Cilegon

Oke guys.. Sekarang mari kita coba kunjungi salah satu destinasi wisata di Kota Cilegon, Banten. Sudah ada yang pernah ke sana??? 
Untuk perjalanan ke lokasi tidaklah sulit, jika kalian dari Jakarta, maka cukup naik bis tujuan Merak dengan ongkos sekitar 20-30k. Nanti turun di Cilegon (bisa turun di terminal bis Seruni di Cilegon atau turun di pintu exit tol di Merak). Nanti tinggal naik angkot, bilang aja ke alun-alun. Naaah... setelah kalian nyampe lokasi, kalian akan melihat suatu tempat yang terlihat biasa-biasa saja di kala siang hari. Tapi kalau malam tiba, woooo jangan salah guys... tempatnya keren banget. Ada parade air mancur yang diiringi dengan musik (biasanya sih musik galau gitu). Biasanya check sound dan simulasi air mancurnya dilakukan menjelang magrib guys. Biar nanti pas malamnya lebih terlihat kece, biar musik sama lampu dan air mancurnya seirama. Air mancurnya terlihat eksotis karena warna marni guys. Kece bangetlah, apalagi kalau lagi ngegalau.. wkwkwkw. Tapi, hati-hati.. jangan nyender ke kolamnya guys. Tepian kolamnya tuh dikasih oli, mungkin buat jaga-jaga biar gag ada yang manjat atau apalah (pengalaman, baju kena oli, hiks..)

Lokasi saat sore hari

Kebetulan saat berkunjung ke sana, pas lagi Weekend, jadinya malam mingguan di sana (cie ileee.... gaya dikit hehehe). Paradenya kece banget ditambah lagi ada atraksi kuda lumping dan sembur api, agak serem sih dan kurang savety juga. Buat masuk ke lokasi itu free guys... freeee (yang anak muda, apalagi yang lagi boke senang banget). Mau nonton atraksi kuda lumping juga free, tapi ya kalau mau nyawer boleh banget. Kasian krunya, "menantang maut", apalagi ada yang udah "berusia" dan ada juga anak kecil gitu, ya mungkin umurnya sekitar 9-12 tahun.

Atraksi sembur api 

Di sana juga banyak jajanan guys, jadi jangan khawatir bakalan kelaperan. Harganya juga lumayan murah. Pilihan menunya beraneka ragam, mulai dari jajanan SD sampe makanan besar, ada seafood juga loh, bahkan kerak telur khas betawi ada juga di sana. Selain ada food court, ada juga musholla dan toiletnya. Dari segi kebersihan, bisa dibilang cukup bersih karena sudah disiapkan beberapa tempat sampah di sekitar lokasi, petugas kebersihan dan sekuritinya juga banyak. Mushollanya agak sempit sih, buat yang ikwan bisa 2 saf sedangkan yang akhwat hanya 1 saf. Tapi serunya nih guys, di bawah mushollanya tuh ada kolam ikan, tapi lebih mirip genangan air gitu. Agak kotor karena jadi pembuangan air dari tempat wudhu dan toilet. Jadi kesannya kayak gimana gitu, sholat di atas air.. ademmm... hehehe. 

Atraksi air mancur

Naah bagi kalian yang pengen berkunjung ke sana, segeralah guys. Gag jauh-jauh amat kok. Dari Jakarta palingan sekitar 2,5 jam (arus lalin lancer). Ongkos ke sana juga masih murah, 100k udah bisa bolak-balik plus jajan dikit. Cuma tempat ini gag recommended buat mereka yang suka kesunyian. Soalnya tempat ini rame banget guys. Mulai dari balita sampe yang kakek-nenek ada di sana. Sooo... let's go there and proved sendiri...

don't forget to follow ya guys..

Minggu, 04 Maret 2018

Merindu pada generasi zaman old

Sering kali aku merasa iri dengan generasi zaman old. Dengan mereka para generasi yang belum akrab dengan listrik, apalagi dengan gadget. Dengan mereka para generasi yang akrab dengan alam. Aku merindukan suasana itu, tanpa teknologi yang semodern ini. Melalui gelapnya malam dengan lentera kecil, menjalani hari-hari dengan bercengkrama dengan alam. Sunyinya malam dan damainya alam... Aku rindu...

Mungkin hanya aku yang merasa seperti ini. Muak dengan generasi sendiri, generasi yang sibuk dengan dunia masing-masing dan menyampingkan etika dan moral. Aku iri.. aku benar-benar iri dengan generasi zaman old. Aku iri dengan kebersamaan dan mental mereka... Hidup serba sederhana... Tapi sangat kaya akan kebersamaan dan canda tawa. Etika dan moral? Apalagi... Mereka seperti mendewakan guru-guru mereka, menghormati yang lebih tua dan menjaga keharmonisan alam. 

Aaahhh.. apa aku salah berada di antar generasi ini??? 

Ingin rasanya aku kembali ke alam... Hidup di pelosok negeri sana.. semilir angin pegunungan, sejuknya udara pagi dan derai ombak di pantai... Aku rindu... Aku rindu dengan suasana itu.

Di sini, hanya ada udara pengap dan bisingnya lalu lalang kendaraan yang bisa aku nikmati. Roda zaman telah menggilas generasi ini, semuanya berlomba-lomba untuk menjadi "artis" demi segudang like dan followers. Seakan-akan tiada lagi yang namanya rahasia. Semuanya telah dipertontonkan di media sosial. Aktivitas rutin, perasaan pribadi, adu domba dan bahkan ibadah pun diperlihatkan. Ada apa dengan generasi ini?

Hidup ini tak harus begitu kawan.. tak perlu ikut-ikutan menjadi generasi zaman now. Tak perlu demikian. Apakah harga dirimu masih berharga??? Berubah lah...



Aaahhh.. andai aku bisa memilih, mungkin aku akan lebih memilih untuk berada di zaman old. Tapi apalah daya, mengeluh dan meminta sejuta kali pun tak akan terwujud. Lebih baik aku berusaha untuk hidup di zaman ini dengan bercermin pada zaman old. Mensyukuri apa yang aku punya dan aku nikmati. 

Menjadi generasi zaman now yang berjiwa generasi zaman old. Akan aku kembalikan jiwa itu, akan aku damaikan duniaku dan dunia ini.

Apa Itu PCR? Penjelasan Sederhana tentang Teknologi PCR

PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah salah satu teknologi penting dalam biologi molekuler. Teknik ini digunakan untuk memperbanyak (me...